Jumat, 27 Februari 2015

kasus pembunuhan di ruangan pesta yang gelap bag.3



“Pelaku dalam melancarkan aksinya sangat sederhana sekali pak.... bagaimana dia bisa membidik di dalam ruangan yang sangat gelap...darimana pelaku melancarkan aksinya itu ternyata juga bisa di lakukan oleh seorang amatiran sekalipun.”
“Lalu bagaimana pelaku melakukan triknya bud?” Tanya penasaran dari Athik
Kunci keberhasilan dari trik pembunuhan di dalam ruangan gelap ini adalah fiberglass...
“Apa? Fiberglass? Apa kau bercanda pelaku melakukan pembunuhan menggunakan pistol bukan menggunakan bahan yang terbuat dari plastik!!! Apa kau ingin mempermainkan kami bud!” Bantah polisi
“Sebentar pak polisi.... aku memang belum selesai dalam menyelesaikan argumenku....bisakah kau untuk tidak memotong pembicaraanku terlebih dahulu!!!!” Kataku  pada polisi.
“Oh baik kalau begitu teruskan!” Jawab polisi
“Fiberglass adalah benda yang terbuat dari plastik dimana sifat alamiah dari benda ini seperti rembulan di malam hari....!”
Semua orang terlihat terkejut nan jengkel dengan penjelasanku yang dramatis ini!
“Hmm pak bisakah kau untuk mematikan lampu seperti saat pidato bintang tamu tadi datang pak? :”Mohonku kepada seorang pembantu
lap....lampu menjadi gelap setelah satu menit aku meminta tolong pada
“sekarang saudara-saudara lihat ke arah mayat korban ada apa di bagian wajahnya?” pintaku kepada semua orang.
Semua orang terkejut dan berdejak kagum! Kacamata korban bisa menyala di dalam kegelapan.
“cukup pak sekarang bapak nyalakan lampunya” pintaku kepada orang yang mematikan lamou tadi.
lap...sejenak lampu menyala lagi...aku mendengar bisik-bisik beberapa orang yang mulai membuat gemuruh ruang pesta menjadi sangat ramai entah apa yang mereka bicarakan tapi kedengarannya mereka mulai membuat argumen-argumen tentang siapa yang membunuhnya.
“walaupun bisa menyala dalam kegelapan, fiberglaass juga memiliki kelemahan dalam pencahayaan yang di milikinya. Adapun kelemahan tersebut adalah... jarak pandang bisa dilihatnya adalah... 4 meter. selebihnya dari jarak tersebut cahaya yang di hasilkan dari fiberglass akan menjadi kabur dan trik pembunuhan memiliki tingkat keakuratan berkurang menjadi setengahnya. jika melihat dari jarak tersebut hanya 3 orang yang berada di samping korban yaitu
pak berbadan kekar yang memakai baju putih itu...
lalu pak berjas hitam yang memakai peci disana
 serta ibu-ibu yang berjilbab ungu yang duduk di samping pilar disana itu. Saat aku hendak mengambil makanan, aku melihat lokasi mereka berdiri sebelum lampu dimatikan mereka berada di sekitar 4 meter dari lokasi korban berada”
“Hei nak aku tidak tahu siapa dia kenapa aku membunuh orang ini..sampai tega sekali kau menuduhku seperti itu” ibu berjilbab ungu marah padaku
“astaghfirullah tega sekali kau nak apa salahku hingga membunuh beliau! Memangnya kau tidak tahu apajabatanku di perusahaan yang dimiliki oleh pak doni” pinta bapak yang memakai peci dan jas hitam
“sudah tidak apa-apa kita dengarkan saja apa yang di ketahui oleh anak ini saudara-saudara” lerai bapak yang berbadan kekar dengan baju putih yang aku tuduh tadi.
“Namun semua saudara-saudara yang aku tuduh tadi ternyata tidak ada yang bersalah...” pintaku
“orang yang bisa melakukan semua itu hanya satu orang saja, orang yang bisa mengganti kacamata korban menjadi fiber glass sebelum pergi ke acara ini, orang yang selalu mendampingi korban kemanapun ia pergi... DIALAH SI SANG MANAGER KORBAN SENDIRI”
“TUNGGU DULU beraninya kamu menuduh saya untuk membunuh manager saya sendiri dia adalah orang terhormat bagiku!!! mana mungkin aku membunuhnya!!!! Selain itu saat pak doni meninggal saya tidak ada di sekitarnya kan?” bantah sang manager
“tidak!!! Saat acara itu berlangsung, anda tepat ada di sekitar pak doni tepat 2 meter di sampingnya. Mengacungkan pistol yang di beri peredam ke arah pelipis kanan pak doni kemudian membuangnya  ke arah yang berlawanan di mana pelipis kanan korban mengarah tepat di bawah lantai dua. dengan kebetulan yang sangat sempurna pistol peredam yang anda lempar tepat mengenai kepala seorang tamu lain...sehingga orang yang anda lempar pistol tersebut akan mengira bahwa pelaku melakukan pembunuhan dari lantai duadengan begitu sempurnalah sudah trik pembunuhan yang anda lakukan” kataku
Lalu sang managerpun menanggapi pernyataanku“APA YANG KAU BICARAKAN BOCAH! Saat lampu di matikan bukankah sudah aku bilang saat itu aku sedang tidak di samping korban, lagi pula bagaimana mungkin pengunjung lain tidak mengetahui percikan api dari pistol yang ada di sekitar, dan apa ada bukti bahwa aku berada di samping pak doni saat lampu mati?”
“saat mati lampu aku sedang membawa sebuah jus apel dan tanpa sengaja ada seorang wanita menabrak minuman yang aku bawa. Dan tentu saja minuman itu tumpah di bagian dadamu saat itu. Selain itu, pihak forensik bisa menyelidiki pada tubuh mbak manager ini mungkin masih tertinggal serbuk mesiu saat dia menembak pak doni, bukankah begitu prosedurnya pak polisi?”cakapku
“maaf mbak sri...kami harus melakukan sedikit penyelidikan untuk membuktikan apakah benar yang di katakan saudara budi ini benar atau tidak!” permohonan dari salah satu petugas polisi berkata pada manager
“TIDAAAK AKU TIDAK BERSALAH!!! DIALAH YANG BERSALAH!! DIA MENGHIANATIKUUUU!!!! HIKZ....HIKZ....!!!! dia berjanji...kalau dia sudah sukses nanti dia akan melamarku...sampai saat ini....dia tidak...tidak juga melamarku...sampai orang tuaku yang diberikan harapan palsu oleh lelaki itu meninggal...orang tuaku sangat mempercayai mas doni...tapi...tapi...apa yang dilakukan mas doni padaku...!!!!”
Suasana menjadi hening dengan gemercik suara air mancur yang ada di dalam ruang pesta. Pertanda semua orang
“...dia berhianat padaku....DIA MENIKAHI ORANG LAIN dibandingkan memilih aku yang sudah menunggunya saat kami masih pacaran 7 tahun lamanya....hikz...hikz...aku...memutuskan untuk mengakhiri ini semua...” sang manager terpuruk di lantai sambil melinangkan air matanya di hadapan banayak orang .
“mbak manager...apakah bapak anda seorang polisi?” tanyaku
“ia...hikz...benar...” jawab sang manager
 “JADI KAMU YA yang selama ini doni bicarakan!!!!” kata istri korban
“dia setiap hari meminta izin padaku untuk menikahi seorang wanita yang sangat dia cintai sejak dia SMA...jadi itu orangnya kamu?....ketahuilah doni sampai saat ini masih mencintaimu!!!...tapi...tapi...kau malah membunuhnya....” imbuh istri korban
Mata sang manager terbelalak dan menangis tidak karuan mendengar pernyataan istri korban! Suasana menjadi di warnai dengan susana yang sedih dimana tujuan awalnya adalah untuk memperingati panjang umur perusaan menjadi suasana duka mengharukan di bumbui dengan penyesalan yang mendalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar