Jumat, 27 Februari 2015

kasus pembunuhan di ruangan pesta yang gelap bag.1



Ini sudah menjelang 2 hari semenjak pasca terjadinya kecelakaan mobil yang di gunakan untuk merampok sebuah bank. Pihak kepolisian menyangkal kesaksianku bahwa didalam mobil tersebut setidaknya ada 4 orang
1 orang sandra wanita, 2 orang perampok utama, serta seorang supir. namun kenyataan berkata lain yang ada di dalam mobil tersebut hanya di temukan seorang mayat tanpa identitas yang wajahnya sudah hampir setengah remuk di hantam setir mobil. Dengan merujuk dari beberapa sandra yang sempat di ancam oleh kawanan perampok tersebut di bank, polisi mulai melakukan observasi di rute yang di jadikan pelarian mobil perampok tersebut lebih lanjut.
Tapi...hari ini yang menjadi fokus dalam fikiranku adalah Kuliah yang membosankan....kau tahu, setiap hari aku harus duduk di bangku dengan ukuran yang sama dengan alat bantu berjalan bayi yang biasa di sebut dengan apolo, tapi itu bukan nama bangkunya sebenarnya....selai itu aku harus mendengarkan ocehan dosen yang hanya bisa aku pahami 15 menit awalnya saat ia berbicara...selebihnya adalah omong kosong bagiku....haaaaaaaah bagaimana ea kabar si dia......sampai saat ini aku masih terbayang bayang olehnya.
Drrrrt...drrrrt...drrrrrrrt. hpku bergetar... aku buka hpku sambil menutupinya dengan buku materi kuliah, kau tahu dosenku sangat tidak suka jika dia di abaikan. Sehingga mau tidak mau aku membuka sms dengan sedikit agar tidak terlihat olehnya...hehehe
Pesan tersebut ternyata dr athik...”bud mlam ni Q da udagan dr teman ayahQ utuk hadir di pesta ulag taun perusahanya teman ayahku, ia tdk bsa dtag jd Q megantikaxa, jka da wkt tlg jeput Q jam 7 mlm nti”
“iya...ngomog2 aku harus pakai baju apa?” balas pesanku padanya
Drrrrrt...drrrrt hpku berbunyi lagi “terserah yg pting rapi”
Heh undangan dari ulang tahun perusahaan hah?! Aneh sekali! Mungkin aku harus mencobanya.
Jam dan jam terus berlalu...kuliahpun berakhir dan tibalah saatnya aku untuk datang kerumah athik untuk menjemputnya dan menemaninya ke ulang tahun perusahaan teman ayahnya.
“WoooaH! Bagus sekali dekorasi pestanya thik mengagumkan!!!” pintaku
“sudah...jangan ndeso ah bud!!...” katanya dengan nada yang tidak mengenakkan.
“i..i..iya” jawabku dengan rendah hati
“jadi seperti apa perusahaan yang dimiliki oleh teman ayahmu ini thik? “tanyaku
“perusahaan yang dimiliki oleh teman ayahku adalah perusahaan kertas rokok, dialah orang  yang paling menjuragani semua perusahaan pabrik rokok di kota ini, tidak heran jika dekorasi, hidangan, hiburan, bahkan tamu-tamu yang hadir bukanlah sembarangan.” Jelasnya padaku
“kau bisa hadir disini itu merupakan suatu keajaiban dengan ats nama ayahku...jadi tolong jaga nama baik ayahku...kau mengerti?” tambahnya si athik
“i..i..iya” jawabku dengan agag sedikit minder
Tiba-tiba seorang tamu datang menghampiri kami berdua.
“owh... dheg athik...apa kabar selamat datang di rumah kami...dan ngomong-ngomong dimana ayahmu? Aku lihat kau tidak datang dengan dia? Dan siapa laki-laki ini? Apa dia pacarmu?” tanya bapak yang menghampiri kami
“BUKAN !!!” bantah kami secara serius dengan nada yang agag sedikit membentak namun tetap sopan.
“kami hanya teman sekelas pak hadi” jawab athik
“owh apakah itu benar mas...apa yang di katakan oleh athik” tanya pak hadi
“em...sebenarnya...Aww!” kata-kataku terputus karena punggungku ada yang mencubit
“emm...iya... sebenarnya kami hanya teman pak ha. Ahahaha” jawabku sambil sedikit menahan sakit karena cubitan.
“oh ...teman ya... baiklah kalau begitu...maafkan aku ,hahaha aku ucapkan pada kalian semua untuk selamat menikmati hidangan dan hiburan yang ada... jangan sungkan sungkan!” tutur pak hadi pada kami. Kemudian dia pergi meninggalkan kami.
Dilain pihak setelah percakapan tadi aku menengok athik dan melihat wajah muramnya menatapku dengan tatapan jengkel.
“apa? Akukan pernah menembak kamu!! Jadi wajar saja dong kalau aku AWWW....KAKiku!!!” lagi lagi athik menyakitiku.
“sudah... jangan banyak bicara ...lagi pula kan aku menolakmu... lebih baik kita menjadi teman saja!!! Selain itu aku haus kenapa kau tidak mengambil minum disana untuk kita berdua?” tutur athik
“iya iya...aku tahu itu...tapi kita ka..” lagi lagi kata-kataku terpotong karena athik menyela pembicaraanku
“sudah... jangan basa basi ambilkan saja minuman” kini dia terlihat marah padaku
Haaah dari dulu seperti itulah anak perempuan....selalu saja egois mudah marah dan tidak memikirkan perasaan laki-laki...walaupun aku pernah menembaknya untuk jadi pacarnya dia semakin menjadi kegilaanya padaku! Dia memperbuk aku dan terus memberikan aku harapan palsu dengan topeng sebagai temannya.
Ah... sudahlah... aku mengambil minum di tengah tengah ruang pertemuan dua gelas dengan rasa apel...kau tahu athik suka apel, entah hal apa yang membuatnya menyukai buah ini, setiap di kelas ia selalu meneteng minuman atau kue yang rasanya sama dengan minuman yang aku bawa saat ini.
ah akhirnya sekarang giliranku aku mengambil gelas 2 buah dan menarik tuasnya dan curr... keluarlah minuman dengan rasa apel,  kemudian aku berjalan ke arah dimana athik aku tinggal tadi.
Belum sampai aku tiba di tempat aku berpisah dengan athik tadi, tiba tiba lampu mati, semua mata tertuju pada panggung karena hanya di panggung saja yang memiliki intensitas cahaya yang cukup untuk menarik sebuah perhatian tamu tamu lain agar tidak asik berbicara sendiri saat pak hadi berbicar di depan umum.
“ow...acaranya sudah di mulaikah?” kataku dengan nada kecil
Mau tidak mau agar minuman yang aku bawa tadi tidak tumpah karena berjalan di tengah keramaian, aku berhenti sejenak dan mendengarkan pidato sambutan dari pak hadi.
Baru semenit aku diam sebentar, tangan kiriku membentur sebuah badan dan tumpahlah jus apel yang aku bawa tadi.
“woi jangan berjalan ditengah kegelapan!?” marahku kepada orang yang menabrakku tadi.
Namun orang yang menabrakku tadi sepertinya tidak menghiraukanku.
Semua mata terfokus pada pak Hadi yang sedang berpidato.
“kepada hadirin sekalian yang saya hormati, untuk memperingati hari ulang tahun perusahaan kita kali ini aku ingin merayakan kepada sanak kerabat ku para karyawan, tetangga serta rekan rekan semuanya untuk menikmati hidangan serta hiburan yang akan di tampilkan setelah sambutan saya kali ini. Jangan sungkan-sungkan untuk menikmatinya.... anggap saja seperti rumah sendiri....” ujar perkataan pak hadi di depan umum yang aku ingat saat itu.
Tak lama durasi yang ia gunakan untuk menyambut para hadirin pesta sekitar 5 menit ia bicara. Sambil menunggu lampu dinyalakan aku melihat pidato pak hadi.
Namun saat berakhirnya pidato dari pak hadi, ada seseorang yang berteriak menjerit ketakutan
“hyaaaaaah!!!!”
Perhatian semua orang teralihkan ke sumber suara teriakan tadi. Kali ini suara teriakan tersebut terdengar seperti bukan sebuah cara seorang bintang tamu yang mencari perhatian pengunjung pesta. Namun suara teriakan tersebut terdengar seperti orang ketakutan.
Aku yang juga tertarik dengan suara tersebut langsung menuju kesumbernya. Dan betapa terkejutnya aku melihat seorang mayat tergeletak dengan pelipis bolong di bagian kanan dan berlinang darah. YA TUHAN.... ADA KASUS PEMBUNUHAN!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar