Ini sudah
menjelang 2 hari semenjak pasca terjadinya kecelakaan mobil yang di gunakan
untuk merampok sebuah bank. Pihak kepolisian menyangkal kesaksianku bahwa
didalam mobil tersebut setidaknya ada 4 orang
1 orang sandra
wanita, 2 orang perampok utama, serta seorang supir. namun kenyataan berkata
lain yang ada di dalam mobil tersebut hanya di temukan seorang mayat tanpa
identitas yang wajahnya sudah hampir setengah remuk di hantam setir mobil. Dengan
merujuk dari beberapa sandra yang sempat di ancam oleh kawanan perampok
tersebut di bank, polisi mulai melakukan observasi di rute yang di jadikan
pelarian mobil perampok tersebut lebih lanjut.
Tapi...hari ini
yang menjadi fokus dalam fikiranku adalah Kuliah yang membosankan....kau tahu,
setiap hari aku harus duduk di bangku dengan ukuran yang sama dengan alat bantu
berjalan bayi yang biasa di sebut dengan apolo, tapi itu bukan nama bangkunya
sebenarnya....selai itu aku harus mendengarkan ocehan dosen yang hanya bisa aku
pahami 15 menit awalnya saat ia berbicara...selebihnya adalah omong kosong
bagiku....haaaaaaaah bagaimana ea kabar si dia......sampai saat ini aku masih
terbayang bayang olehnya.
Drrrrt...drrrrt...drrrrrrrt.
hpku bergetar... aku buka hpku sambil menutupinya dengan buku materi kuliah,
kau tahu dosenku sangat tidak suka jika dia di abaikan. Sehingga mau tidak mau
aku membuka sms dengan sedikit agar tidak terlihat olehnya...hehehe
Pesan tersebut
ternyata dr athik...”bud mlam ni Q da udagan dr teman ayahQ utuk hadir di pesta
ulag taun perusahanya teman ayahku, ia tdk bsa dtag jd Q megantikaxa, jka da
wkt tlg jeput Q jam 7 mlm nti”
“iya...ngomog2
aku harus pakai baju apa?” balas pesanku padanya
Drrrrrt...drrrrt
hpku berbunyi lagi “terserah yg pting rapi”
Heh undangan dari
ulang tahun perusahaan hah?! Aneh sekali! Mungkin aku harus mencobanya.
Jam dan jam terus
berlalu...kuliahpun berakhir dan tibalah saatnya aku untuk datang kerumah athik
untuk menjemputnya dan menemaninya ke ulang tahun perusahaan teman ayahnya.
“WoooaH! Bagus
sekali dekorasi pestanya thik mengagumkan!!!” pintaku
“sudah...jangan
ndeso ah bud!!...” katanya dengan nada yang tidak mengenakkan.
“i..i..iya”
jawabku dengan rendah hati
“jadi seperti apa
perusahaan yang dimiliki oleh teman ayahmu ini thik? “tanyaku
“perusahaan yang
dimiliki oleh teman ayahku adalah perusahaan kertas rokok, dialah orang yang paling menjuragani semua perusahaan
pabrik rokok di kota ini, tidak heran jika dekorasi, hidangan, hiburan, bahkan
tamu-tamu yang hadir bukanlah sembarangan.” Jelasnya padaku
“kau bisa hadir
disini itu merupakan suatu keajaiban dengan ats nama ayahku...jadi tolong jaga
nama baik ayahku...kau mengerti?” tambahnya si athik
“i..i..iya”
jawabku dengan agag sedikit minder
Tiba-tiba seorang
tamu datang menghampiri kami berdua.
“owh... dheg
athik...apa kabar selamat datang di rumah kami...dan ngomong-ngomong dimana
ayahmu? Aku lihat kau tidak datang dengan dia? Dan siapa laki-laki ini? Apa dia
pacarmu?” tanya bapak yang menghampiri kami
“BUKAN !!!”
bantah kami secara serius dengan nada yang agag sedikit membentak namun tetap
sopan.
“kami hanya teman
sekelas pak hadi” jawab athik
“owh apakah itu
benar mas...apa yang di katakan oleh athik” tanya pak hadi
“em...sebenarnya...Aww!”
kata-kataku terputus karena punggungku ada yang mencubit
“emm...iya... sebenarnya
kami hanya teman pak ha. Ahahaha” jawabku sambil sedikit menahan sakit karena
cubitan.
“oh ...teman
ya... baiklah kalau begitu...maafkan aku ,hahaha aku ucapkan pada kalian semua
untuk selamat menikmati hidangan dan hiburan yang ada... jangan sungkan
sungkan!” tutur pak hadi pada kami. Kemudian dia pergi meninggalkan kami.
Dilain pihak
setelah percakapan tadi aku menengok athik dan melihat wajah muramnya menatapku
dengan tatapan jengkel.
“apa? Akukan
pernah menembak kamu!! Jadi wajar saja dong kalau aku AWWW....KAKiku!!!” lagi
lagi athik menyakitiku.
“sudah... jangan
banyak bicara ...lagi pula kan aku menolakmu... lebih baik kita menjadi teman
saja!!! Selain itu aku haus kenapa kau tidak mengambil minum disana untuk kita
berdua?” tutur athik
“iya iya...aku
tahu itu...tapi kita ka..” lagi lagi kata-kataku terpotong karena athik menyela
pembicaraanku
“sudah... jangan
basa basi ambilkan saja minuman” kini dia terlihat marah padaku
Haaah dari dulu
seperti itulah anak perempuan....selalu saja egois mudah marah dan tidak
memikirkan perasaan laki-laki...walaupun aku pernah menembaknya untuk jadi
pacarnya dia semakin menjadi kegilaanya padaku! Dia memperbuk aku dan terus
memberikan aku harapan palsu dengan topeng sebagai temannya.
Ah... sudahlah...
aku mengambil minum di tengah tengah ruang pertemuan dua gelas dengan rasa
apel...kau tahu athik suka apel, entah hal apa yang membuatnya menyukai buah
ini, setiap di kelas ia selalu meneteng minuman atau kue yang rasanya sama
dengan minuman yang aku bawa saat ini.
ah akhirnya
sekarang giliranku aku mengambil gelas 2 buah dan menarik tuasnya dan curr...
keluarlah minuman dengan rasa apel,
kemudian aku berjalan ke arah dimana athik aku tinggal tadi.
Belum sampai aku
tiba di tempat aku berpisah dengan athik tadi, tiba tiba lampu mati, semua mata
tertuju pada panggung karena hanya di panggung saja yang memiliki intensitas
cahaya yang cukup untuk menarik sebuah perhatian tamu tamu lain agar tidak asik
berbicara sendiri saat pak hadi berbicar di depan umum.
“ow...acaranya
sudah di mulaikah?” kataku dengan nada kecil
Mau tidak mau
agar minuman yang aku bawa tadi tidak tumpah karena berjalan di tengah
keramaian, aku berhenti sejenak dan mendengarkan pidato sambutan dari pak hadi.
Baru semenit aku
diam sebentar, tangan kiriku membentur sebuah badan dan tumpahlah jus apel yang
aku bawa tadi.
“woi jangan
berjalan ditengah kegelapan!?” marahku kepada orang yang menabrakku tadi.
Namun orang yang
menabrakku tadi sepertinya tidak menghiraukanku.
Semua mata
terfokus pada pak Hadi yang sedang berpidato.
“kepada hadirin
sekalian yang saya hormati, untuk memperingati hari ulang tahun perusahaan kita
kali ini aku ingin merayakan kepada sanak kerabat ku para karyawan, tetangga
serta rekan rekan semuanya untuk menikmati hidangan serta hiburan yang akan di
tampilkan setelah sambutan saya kali ini. Jangan sungkan-sungkan untuk
menikmatinya.... anggap saja seperti rumah sendiri....” ujar perkataan pak hadi
di depan umum yang aku ingat saat itu.
Tak lama durasi
yang ia gunakan untuk menyambut para hadirin pesta sekitar 5 menit ia bicara.
Sambil menunggu lampu dinyalakan aku melihat pidato pak hadi.
Namun saat
berakhirnya pidato dari pak hadi, ada seseorang yang berteriak menjerit
ketakutan
“hyaaaaaah!!!!”
Perhatian semua
orang teralihkan ke sumber suara teriakan tadi. Kali ini suara teriakan
tersebut terdengar seperti bukan sebuah cara seorang bintang tamu yang mencari
perhatian pengunjung pesta. Namun suara teriakan tersebut terdengar seperti
orang ketakutan.
Aku yang juga
tertarik dengan suara tersebut langsung menuju kesumbernya. Dan betapa
terkejutnya aku melihat seorang mayat tergeletak dengan pelipis bolong di
bagian kanan dan berlinang darah. YA TUHAN.... ADA KASUS PEMBUNUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar