Jumat, 27 Februari 2015

kasus pembunuhan di ruangan pesta yang gelap bag.2



Seorang tamu kemudian hendak menyentuh korban namun usaha tersebut di halangi oleh tamu lain yang berteriak!
“JANGAN! Jangan ada yang menyetuh mayat tersebut. Saya adalah Muhammad Farid, seorang polisi” bapak poilisi itu berteriak sambil memperlihatkan lencana bagaikan sedang pamer.
“tidak boleh ada yang menyentuh mayat ini dengan alasan dapat merubah kondisi yang hanya akan mempersulit penyelidikan”
kemudian pak polisi itu memeriksa leher korban dan memastikannya kapankah waktu kematian sang mayat. lalu pak farid sejenak menggelengkan kepalanya & mengambil telefon genggam di sakunya. tentunya sudah dapat di duga. Bahwa sang polisi ini hendak memanggil rekannya untuk datang ke pesta, guna melakukan penyelidikan dan olah TKP lebih lanjut.
“hadirin bapak ibu sekalian mohon kerja samanya dikarenakan ada insiden yang tidak di duga seperti ini. Atas ketidak nyamanannya saya mohon kepada bapak ibu sekalian untuk tidak keluar, menyentuh mayat serta melakukan tindakan yang mencurigakan dari tempat ini. Karena saya bertanggung jawab penuh atas nama kepolisian guna mengamankan saksi mata serta tkp. Maka dari itu, mohon kerja samanya” tutr pak farid membelakngi mayat.” Kemudian pak farid duduk jongkok dengan lutut agak rendah melihat mayat tersebut.
“Emm anu... pak farid Melihat dari darah yang yang mengalir dari pelipis korban... pasti korban meninggal saat lampu pesta di matikan. Lihat darahnya masih basah dan belum mengeras itu menunjukkan bahwa korban belum lama di bunuh, rata2 trombosit dalam manusia itu membutuhkan waktu paling tidak 10 menit untuk mengeras. Jika pidato pak hadi tadi berdurasi kurang dari 10 menit, Dengan kata lainkorban di bunuh saat...” aku melihat semua orang yang ada di sekitarku melihatku seakan akulah pelakunya, aku menjadi minder dan menghentikan omelanku yang tanpa sadar keceplosan.
“mas siapa kamu ini? Saya adalah polisi! Saya sudah berpengalaman dalam melihat seperti ini, kalau anda tidak keberatan, anda tidak usah menceramahi saya dan silahkan anda berdiri di antara tamu lain-lain tanpa mengganggu saya!!! ANDA PAHAM NAK!” dia berbicara dengan nada ngotot... ya ampuuun...
Mendengar omelan dari pak polisi tadi aku menuju ketempat athik dengan 2 gelas yang salah satunya sudah berkurang jumlah minuman digelasnya.
“HEH ngapain tadi kamu  kok bicara-bicara segala!!!” kata athik mengomeli aku
“ i...iya..maaf aku tadi keceplosan hehehe” balasku dengan nada rendah hati
“haaah tidak disangka ya bud ada kasus pembunuhan di pesta seperti ini.” Kata athik
“hmm ia aku juga tidak menduganya... neka sekali pelaku melakukan ini.”
Selang 30 menit kemudian polisi datang. Memotret, menganalisis sidik jari korban, dan tentu saja wawancarai pengunjung setempat. Semua tamu di introgasi di tempat yang berjauhan dengan lokasi introgasi lainnya.
Sejenak kemudian seorang polisi berlari mendekat ke pak farid sang kepala polisi dengan membawa sebuah pistol berperedam. Sudah kuduga cepat atau lambat senjata yang di gunakan pealku pasti akan ketemu juga.
Setelah polisi yang yang membawa pistol tadi berlari menuju pak farid selesai bicara, kemudian ia pergi melanjutkan ulah TKP.
Saat ia berjalan meninggalkan pak farid, aku mengaukan pertanyaan kepolisi tersebut
“pak itu adalah pistol model yang di lengkapi dengan peredam bukan? Tak mungkin polisi menggunakan sejata seperti itu di tambah lagi cara anda membawanya kepada pak farid tadi, itu menunjukan bahwa pistol itu di gunakan pelaku untuk mengakhiri nyawa korban bukan begitu? Lalu dimanakah senjata tersebut ditemukan pak?” tanyaku
“ia kau benar aku menemukan pistol itu di bawah tangga tepatnya di sebelah sana” sang polisi menunjuk arah kiri sambil membenarkan pernyataanku. Setelah itu polisi itu meninggalkanku.
Baiklah sekarang sudah ada beberapa bukti
Pistol berperadam dan  lampu utama yang mati saat pidato pak hadi berlangsung masalahnya adalah bagaimana menemukan pelaku yang sebenarnya di antara ratusan orang di ruangan ini. TUNGGU DULU! Saat aku tadi mati lampu ada orang yang terburu2 menabraku hingga menumpahkan jus yang aku bawa.
Berarti jika begitu... orang yang mungkin menjadi pelakunya adalah mereka yang berada di dekat korban tapi kenapa pistol peredamnya ada di bawah tingkat...ah ini membuatku pusing...
Aku melihat seorang wanita menangis histeris namun tidak di perbolehkan mendekat dengan korban. hmm itu pasti istrinya korban...
Disisi lain ada wanita yang menyeka air matanya saja...aku bertanya pada sesesorang yang berdiri di sampingku dan katanya dia adalah sang manajer korban.
Sekarang semuanya sudah jelas.... eahh jalas sekali :D
Aku menuu pak farid sang kepala polisi dan mengatakan padanya bahwa aku sudah tahu siapa pelakunya
Aku menuju ketengah tengah lingkaran orang yang mengerumuni korban dan hendak membuat sebuah pertunjukan.
“hadirin sekalian yang saya hormati, perkenalkan nama saya budi. Disini saya akan menjelaskan bagaimana, dan siapa pelaku dari pembunuhan di ruang pesta ini, pesta yang sempat diselimuti dengan kegelapan ini.”


cerita selanjutnya kebenaran akan segera terungkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar