Seorang tamu
kemudian hendak menyentuh korban namun usaha tersebut di halangi oleh tamu lain
yang berteriak!
“JANGAN! Jangan
ada yang menyetuh mayat tersebut. Saya adalah Muhammad Farid, seorang polisi”
bapak poilisi itu berteriak sambil memperlihatkan lencana bagaikan sedang
pamer.
“tidak boleh ada
yang menyentuh mayat ini dengan alasan dapat merubah kondisi yang hanya akan
mempersulit penyelidikan”
kemudian pak
polisi itu memeriksa leher korban dan memastikannya kapankah waktu kematian
sang mayat. lalu pak farid sejenak menggelengkan kepalanya & mengambil telefon
genggam di sakunya. tentunya sudah dapat di duga. Bahwa sang polisi ini hendak
memanggil rekannya untuk datang ke pesta, guna melakukan penyelidikan dan olah
TKP lebih lanjut.
“hadirin bapak
ibu sekalian mohon kerja samanya dikarenakan ada insiden yang tidak di duga
seperti ini. Atas ketidak nyamanannya saya mohon kepada bapak ibu sekalian
untuk tidak keluar, menyentuh mayat serta melakukan tindakan yang mencurigakan
dari tempat ini. Karena saya bertanggung jawab penuh atas nama kepolisian guna
mengamankan saksi mata serta tkp. Maka dari itu, mohon kerja samanya” tutr pak
farid membelakngi mayat.” Kemudian pak farid duduk jongkok dengan lutut agak
rendah melihat mayat tersebut.
“Emm anu... pak
farid Melihat dari darah yang yang mengalir dari pelipis korban... pasti korban
meninggal saat lampu pesta di matikan. Lihat darahnya masih basah dan belum
mengeras itu menunjukkan bahwa korban belum lama di bunuh, rata2 trombosit
dalam manusia itu membutuhkan waktu paling tidak 10 menit untuk mengeras. Jika
pidato pak hadi tadi berdurasi kurang dari 10 menit, Dengan kata lainkorban di
bunuh saat...” aku melihat semua orang yang ada di sekitarku melihatku seakan
akulah pelakunya, aku menjadi minder dan menghentikan omelanku yang tanpa sadar
keceplosan.
“mas siapa kamu
ini? Saya adalah polisi! Saya sudah berpengalaman dalam melihat seperti ini,
kalau anda tidak keberatan, anda tidak usah menceramahi saya dan silahkan anda
berdiri di antara tamu lain-lain tanpa mengganggu saya!!! ANDA PAHAM NAK!” dia
berbicara dengan nada ngotot... ya ampuuun...
Mendengar omelan
dari pak polisi tadi aku menuju ketempat athik dengan 2 gelas yang salah
satunya sudah berkurang jumlah minuman digelasnya.
“HEH ngapain tadi
kamu kok bicara-bicara segala!!!” kata
athik mengomeli aku
“ i...iya..maaf
aku tadi keceplosan hehehe” balasku dengan nada rendah hati
“haaah tidak
disangka ya bud ada kasus pembunuhan di pesta seperti ini.” Kata athik
“hmm ia aku juga
tidak menduganya... neka sekali pelaku melakukan ini.”
Selang 30 menit
kemudian polisi datang. Memotret, menganalisis sidik jari korban, dan tentu
saja wawancarai pengunjung setempat. Semua tamu di introgasi di tempat yang
berjauhan dengan lokasi introgasi lainnya.
Sejenak kemudian
seorang polisi berlari mendekat ke pak farid sang kepala polisi dengan membawa
sebuah pistol berperedam. Sudah kuduga cepat atau lambat senjata yang di
gunakan pealku pasti akan ketemu juga.
Setelah polisi
yang yang membawa pistol tadi berlari menuju pak farid selesai bicara, kemudian
ia pergi melanjutkan ulah TKP.
Saat ia berjalan
meninggalkan pak farid, aku mengaukan pertanyaan kepolisi tersebut
“pak itu adalah
pistol model yang di lengkapi dengan peredam bukan? Tak mungkin polisi
menggunakan sejata seperti itu di tambah lagi cara anda membawanya kepada pak
farid tadi, itu menunjukan bahwa pistol itu di gunakan pelaku untuk mengakhiri
nyawa korban bukan begitu? Lalu dimanakah senjata tersebut ditemukan pak?”
tanyaku
“ia kau benar aku
menemukan pistol itu di bawah tangga tepatnya di sebelah sana” sang polisi
menunjuk arah kiri sambil membenarkan pernyataanku. Setelah itu polisi itu meninggalkanku.
Baiklah sekarang sudah
ada beberapa bukti
Pistol berperadam
dan lampu utama yang mati saat pidato
pak hadi berlangsung masalahnya adalah bagaimana menemukan pelaku yang
sebenarnya di antara ratusan orang di ruangan ini. TUNGGU DULU! Saat aku tadi
mati lampu ada orang yang terburu2 menabraku hingga menumpahkan jus yang aku bawa.
Berarti jika
begitu... orang yang mungkin menjadi pelakunya adalah mereka yang berada di
dekat korban tapi kenapa pistol peredamnya ada di bawah tingkat...ah ini
membuatku pusing...
Aku melihat
seorang wanita menangis histeris namun tidak di perbolehkan mendekat dengan
korban. hmm itu pasti istrinya korban...
Disisi lain ada wanita
yang menyeka air matanya saja...aku bertanya pada sesesorang yang berdiri di
sampingku dan katanya dia adalah sang manajer korban.
Sekarang semuanya
sudah jelas.... eahh jalas sekali :D
Aku menuu pak farid
sang kepala polisi dan mengatakan padanya bahwa aku sudah tahu siapa pelakunya
Aku menuju
ketengah tengah lingkaran orang yang mengerumuni korban dan hendak membuat
sebuah pertunjukan.
“hadirin sekalian
yang saya hormati, perkenalkan nama saya budi. Disini saya akan menjelaskan
bagaimana, dan siapa pelaku dari pembunuhan di ruang pesta ini, pesta yang
sempat diselimuti dengan kegelapan ini.”
cerita selanjutnya kebenaran akan segera terungkap
cerita selanjutnya kebenaran akan segera terungkap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar