Ini sudah
menjelang 3 tahun aku tidak bertemu dengan dia. Seorang wanita yang aku cintai
pertama kali. Sulit bagiku untuk melupakannya. Hari ini dosenku tidak bisa
hadir di karenakah ada urusan di luar kota. Aku memutuskan untuk pergi ke
sebuah perpustakaan kota.
aku mencari data
untuk makalah tugas akhir yang di berikan oleh dosenku... disini... di tempat
ini aku pernah mengajaknya berkunjung hanya untuk melihat lihat buku... tidak
lebih...
“baik aku hari
ini... rencananya hendak mencari.... buku... tentang sejarah bank-bank
Indonesia... “ gumamku
Aku coba naik ke
lantai satu dan memilah milah buku di bilik ilmu pengetahuan sosial...
Aku tidak sengaja
melihat sepasang laki laki dan perempuan duduk sejajar di antara satu buku yang mereka baca... padahal di
perpustakaan ini setiap macam buku terdapat setidaknya 5 buku yang sama dan
anehnya kenapa mereka membacanya secara bersama! Dan aku baru tersadar bahwa
buku yang mereka baca adalah buku tentang pregnant (kehamilan)....pantas
saja.... hal ini membuatku teringat masa aku dengan dia hah.... seandainya aku
tidak sebodoh mencampak kanya. Terakhir dia menyampaikan perasaan saat aku
memutuskan hubungan kami dia berkata bahwa dia menangis meraung raung... aku
sangat mengerti perasaannya dan saat inipun aku tetap merasakan apa yang dia
rasakan
Oh ini dia buku
yang aku cari akhirnya ketemu... aku duduk di sebuah bangku kosong yang
terlihat tidak di duduki oleh siapapun aku duduk disana sambil menyiapkan
selembar kertas dan bolpoin supaya aku bisa mencatat beberapa poin penting dari
buku yang aku baca.
Aku membaca sambil berbunyi lirih supaya aku
lebih mengilhami setiap paragraf yang aku baca. Pukul 9.13 ada 2 orang berbaju
hitam masuk melewati meja yang aku gunakan untuk aku membaca. Kulihat sedikit
orang itu... oh mungkin orang itu adalah seorang pengusaha atau karyawan kantor
yang hendak mencari sebuah buku atau mungkin sekedar mencari koran koran lama.
Tanpa aku sengaja
aku melihat sebuah pistol laras pendek terselip di pinggang salah satu di antara dua orang tersebut. Aku
sempat berfikir untuk apa orang membawa pistol datang ke perpustakaan . apakah
dia ada kegiatan permainan detektif? Tidak... tidak mungkin mananmungkin
seorang pelacak menggunakan baju yang mencolok... atau jangan jangan polisi? Ah
mana mungkin ada polisi memiliki waktu untuk masuk ke perpustakaan!
Akhirnya rasa
penasaranku tak bisa terobati aku mencoba pindah satu meja supaya lebih
mendekat mendengarkan pembicaraan mereka. Namun sungguh tak bisa ku mengerti
apa yang merekakatakan mereka menggunakan kata sandi di perbincangan mereka yang
aneh mereka berkata
“....Ag 2452 xf
10.10 soekarno mandiri” kata seorang salah satu yang berbaju hitam. “ok...Ag
2452 Fx sudah menuju di kordinat “ balas seorang temannya yang di depannya
hanya itulah yang aku mengerti!
Aneh mereka
berbincang bincang menggunakan kata yang aneh aku memutuskan untuk menulis
ulang semua kata kata yang mereka ucapkan
Ok yang pertama
kita mendapatkan.... “Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri” kemudian “Ag 2452 Fx
sudah menuju di kordinat” aku merasa pernah mendengar istilah istilah tersebut
sebelumnya...
Ag 2452 xf 10.10
soekarno mandiri....
Ag 2452 xf 10.10
soekarno mandiri....
Ag 2452 xf 10.10
soekarno mandiri....
Ag... Ag...Ag
jika ag adalah nomor plat nomor.... maka akan di ikuti dengan 4 angka dan 2
huruf selanjutnya... oh aku mengerti yang merka maksud Ag 2452 xf adalah plat
nomor,,,, ok baiklah sekarang 10.10 mungkin ini semacam sebuah angka 20 yang di
bagi menjadi dua... JANGAN JANGAN!!!! OH AKU MENGERTI SEKARANG!!!!
Ag 2452 xf adalah
plat nomor yang mereka gunakan
10.10 adalah
jumlah mereka yang di bagi menjadi dua kelompok
Soekarno adalah gambar
pahlawan di dalam uang 100.000
Dan mandiri
adalah nama salah satu bank!!!!
Aku harus
menghentikan aksi mereka yah!!! Harus!!! tapi.... apa yang harus aku lakukan?
Aku masih kekurangan bukti untuk menggagalkan aksi mereka...!!! ah sial!!!
Beberapa saat
kemudian mereka meninggalkan tempat. Oh sialnya aku.... akhirnya aku memutuskan
untuk menunda agenda mencari materi makalahku di perpustakaan aku tertarik
dengan apa yang di incar oleh dua orang ini... saat mereka keluar aku pun juga
keluar....saat mereka menuju mobil mereka aku menuju motorku. Sempat beberapa
saat mereka menoleh ke arahku... aku menduga mereka mulai mencurigaiku... untuk
menghapus kecurigaan mereka, aku berpura-pura melihat lihat pesan di hpku..,
dan tampaknya cara ini berhasil... merekapun menjalalankan mobil mereka selang
400 meter aku mulai menyalakan motorku dan mengikuti mereka...
Baiklah di dalam
percakapan mereka tadi di sebutkan “Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri” jika incaran
mereka bank mandiri seharusnya tidak jauh di sekitar sini, bank yang mereka
incar!!!!
....mereka mulai
menepi! Dan benar dugaanku... mereka menepi di bank mandiri. Aku masuk ke bank
mandiri dengan sedikit mengekor di belakang mereka.
Aku duduk di
kursi yang terbuat dari besi sambil mengamati gerak gerik mereka. Ada 9 orang nasabah
pengantre 4 petugas teller bank dan 1 orang satpam.... kurasa ini tidak akan
membantu.
Tiba-tiba
duar....duar....duar....duar!!!
Suara tembakan
keras dari salah satu orang dari dua orang berbaju hitam. Para nasabah mulai
bingung namun yang membuatku heran adalah kenapa satpam yang bertugas juga ikut
bingung dan mengambil posisi jongkok...
Kemudian
seseorang berbaju hitam tadi bertiriak di dalam bank “semuanya angkat tangan
kalian di belakang kepala kalian kemudian berkumpul dalam sebuah lingkaran di
tengah2 ruangan atau kalau tidak akan ku robek perut kalian”
Jih... sungguh
mengenaskan! Seharusnya aku tadi mengerakan tugas saja di perpustakaan. dasar
naluri detektifku! selalu saja tidak bisa di hambat. Rasa keingin tahuanku
terus saja mencuat-cuat. Hingga akhirnya rasa keingin tahuanku sendirilah yang
membawaku kedalam bahaya.
Aku dan 9 orang
nasabah di tambah 3 teller bank di ancam dengan senjata laras pendek dalam satu
lingkaran.
Tak bisa berbuat
apa2 itulah yang terpikir didalam fikiranku, aku terus bergumam dan berfikir
bagaimana caranya aku keluar dari ikatan tali sialan ini. Sementara perampok
perampok itu terus menyapu uang2 yang ada loker kasir.
Ia memasukan
kedalam sebuah ransel. Dan yang membuatku bingung juga adalah kenapa satpam itu
tidak juga memberi tanda S.O.S apapun kepada orang luar.
Perampok berbaju
hitam itu rupanya sudah mulai selesai menyapu bersih is uang yang ada loker dan
brankas bank. Dan memasukannya kedalam
mobil.
Tanganku tanpa
sadar telah di jejali sebuah benda seperti koin oleh seseorang, keudian aku
menengok kebelakang dan sret! Ada seorang wanita yang di ambil oleh perampok
itu kemungkinan besar dia telah di jadikan sandra.
Dia diseret
dengan leher yang yang terikat oleh lengan kiri salah satu perampok itu. Kemudian
satpam tadi disuruh penyandra wanita itu untuk berdiri
“BERDIRI KAMU”
tegas perampok
“bos apa-apaan
ini bos? Aku kan sekutu bos?” jawab satpam
Sontak aku
tercenganng dan mengerti kenapa ia tidak mau melakukan usaha apapun saat orang2
berbaju hitam itu melakukan kejahatan.
Duar... Duar...!
kedua sisi dada satpam itu di tembak oleh perampok
“huh.. dasar
kecoa sialan rencana kami gagal gara2 anggota pemula seperti mu!” ujar
penyandra sembari meninggalkannya tersungkur di pintu.
Sadar dia mulai
melarikan diri sambil membawa sandra, aku bergegas dan keluar menuju montorku untuk
segera mengejar perampok-perampok itu.
“sial mereka mau
lari” gumamku
“SEMUANYA SEGERA
HUBUNGI AMBULAN DAN POLISI TERDEKAT AKU AKAN MENGEJAR MEREKA SEMUA” teriakku
kepada seluruh orang yang ada di bank tersebut.
Saat aku berlari
menuju pintu, tangan satpam yang sekarat tadi memegang kaki kiriku
“t...to...tol...sela...m...e..llo..”
kata-kata terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Aku mengepalkan
tanganku karena kesal dan tersadar bahwa apa yang ada di tanganku ternyata
bukanlah sebuah koin melainkan sebuah cincin.!
Tak ada waktu
untuk berfikir, aku melanjutkan pengejaranku sambil mengantongi cincin
pemberian salah seorang sandra tadi.
Mobil denga plat nomor Ag 2452 xf terlihat di depan
mata! Aku mulai menyalakan motorku dan mengejar motor tersebut.
Karena aku
menggunakan motor, sehingga aku bisa menerobos beberapa jalan sempit di antara
ruas jalan kosong antara mobil yang lewat secara berbapapasan. Mobil tersebut
sudah mulai terlihat di depanku mobil dengan plat no. Ag 2452 xf sudah berada 5
meter di depanku. Mobil itu aku buntuti dari belakang. 200 meter perjalanan
kemudian mobil itu berbelok ke kanan dan
tidak mau mematuhi rambu2 lalu lintas. Dan aku sebenarnya ingin melakukan hal
yang sama dengan komplotan-komplotan berbaju hitam itu! Tapi saat aku coba ada
saja kendaraan yang lalu lalang melintas . dan saat lampu hijau tiba, aku
segera tancap gas menuju mobil pelaku tersebut 43 meter...30 meter...aku
semakin denkat dengan mobil tersebut. Jika di lihat posisinya sepertinya mobil
itu sedang berhenti... dan saat aku mulai mendekat,ban mobil itu bersap dan
mengeluarkan bunyi decitan seakan pengemudinya menancapkan gas secara terburu-buru
tanda bahwa ia sadar ia telah di kejar oleh seseorang.
Bagus di depannya
ada pertigaan itu tandanya ia seharusnya mengurangi kecepatan mobilnya agar ia
bisa melakukan tikungan menuju salah satu jalan yang hendak ia tuju. Aku bersemangat
dengan memutar gas motorku agar lebih cepat. Namun apa yang akau duga sungguh
di luar dugaanku. Mobil itu semakin cepat dan semakin cepat. Bahkan saat di
pertigaanpun ia semakin cepat dan apa yang aku duga semuanya salah mobil itu
menabrakkan dirinya disebuah bangunan dan BRUAKKK!!!!! Mobil itu menabrak
dinding bangunan tersebut, dan BOOOM kobaran abi terlihat mengpul dari bibir
mobil tersebut.
Mobil Ag 2452 xf
mengalami kecelakaan!!! Sadar akan hal tersebut aku berusaha melakukan
pengawasan dan melarang orang sekitar untuk tidak menyentuh mobil tersebut dan
hanya memperbolehkan mereka untuk memadamkan apinya saja menjelaskan bahwa
tidak boleh mengotak atik TKP selain memadamkan apinya. 1 jam 13 menit kemudian
polisi baru datang.
Aku menceritakan
semuanya kepada polisi apa yang terjadi dimulai dari perpustakaan hingga
insiden kecelakaan mobil Ag 2452 xf ini.
Namun saat polisi
melakukan olah TKP, yang terlihat hanyalah seorang laki-laki yang tewas dengan
kepala ringsek dibagian wajah. Tidak ditemukan uang hasil perampokan ataupun
mayat wanita di dalam mobil Ag 2452 xf yang terbakar tersebut.
Apa ini! Kenapa.....kenapa
mayatnya hanya satu! Kenapa tidak ada 4! kenapa uang hasil rampokan bank juga tidak ada di dalam mobiltersebut! kenapa...kenapa ini! aku tidak habis pikir!

