Jumat, 12 Desember 2014

kasus perampokan,dan mayat yang hilang bagian 1



Ini sudah menjelang 3 tahun aku tidak bertemu dengan dia. Seorang wanita yang aku cintai pertama kali. Sulit bagiku untuk melupakannya. Hari ini dosenku tidak bisa hadir di karenakah ada urusan di luar kota. Aku memutuskan untuk pergi ke sebuah perpustakaan kota.
aku mencari data untuk makalah tugas akhir yang di berikan oleh dosenku... disini... di tempat ini aku pernah mengajaknya berkunjung hanya untuk melihat lihat buku... tidak lebih...
“baik aku hari ini... rencananya hendak mencari.... buku... tentang sejarah bank-bank Indonesia... “ gumamku
Aku coba naik ke lantai satu dan memilah milah buku di bilik ilmu pengetahuan sosial...
Aku tidak sengaja melihat sepasang laki laki dan perempuan duduk sejajar di antara  satu buku yang mereka baca... padahal di perpustakaan ini setiap macam buku terdapat setidaknya 5 buku yang sama dan anehnya kenapa mereka membacanya secara bersama! Dan aku baru tersadar bahwa buku yang mereka baca adalah buku tentang pregnant (kehamilan)....pantas saja.... hal ini membuatku teringat masa aku dengan dia hah.... seandainya aku tidak sebodoh mencampak kanya. Terakhir dia menyampaikan perasaan saat aku memutuskan hubungan kami dia berkata bahwa dia menangis meraung raung... aku sangat mengerti perasaannya dan saat inipun aku tetap merasakan apa yang dia rasakan
Oh ini dia buku yang aku cari akhirnya ketemu... aku duduk di sebuah bangku kosong yang terlihat tidak di duduki oleh siapapun aku duduk disana sambil menyiapkan selembar kertas dan bolpoin supaya aku bisa mencatat beberapa poin penting dari buku yang aku baca.
 Aku membaca sambil berbunyi lirih supaya aku lebih mengilhami setiap paragraf yang aku baca. Pukul 9.13 ada 2 orang berbaju hitam masuk melewati meja yang aku gunakan untuk aku membaca. Kulihat sedikit orang itu... oh mungkin orang itu adalah seorang pengusaha atau karyawan kantor yang hendak mencari sebuah buku atau mungkin sekedar mencari koran koran lama.
Tanpa aku sengaja aku melihat sebuah pistol laras pendek terselip di pinggang  salah satu di antara dua orang tersebut. Aku sempat berfikir untuk apa orang membawa pistol datang ke perpustakaan . apakah dia ada kegiatan permainan detektif? Tidak... tidak mungkin mananmungkin seorang pelacak menggunakan baju yang mencolok... atau jangan jangan polisi? Ah mana mungkin ada polisi memiliki waktu untuk masuk ke perpustakaan!
Akhirnya rasa penasaranku tak bisa terobati aku mencoba pindah satu meja supaya lebih mendekat mendengarkan pembicaraan mereka. Namun sungguh tak bisa ku mengerti apa yang merekakatakan mereka menggunakan kata sandi di perbincangan mereka yang aneh mereka berkata
“....Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri” kata seorang salah satu yang berbaju hitam. “ok...Ag 2452 Fx sudah menuju di kordinat “ balas seorang temannya yang di depannya hanya itulah yang aku mengerti!
Aneh mereka berbincang bincang menggunakan kata yang aneh aku memutuskan untuk menulis ulang semua kata kata yang mereka ucapkan
Ok yang pertama kita mendapatkan.... “Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri” kemudian “Ag 2452 Fx sudah menuju di kordinat” aku merasa pernah mendengar istilah istilah tersebut sebelumnya...
Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri....
Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri....
Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri....
Ag... Ag...Ag jika ag adalah nomor plat nomor.... maka akan di ikuti dengan 4 angka dan 2 huruf selanjutnya... oh aku mengerti yang merka maksud Ag 2452 xf adalah plat nomor,,,, ok baiklah sekarang 10.10 mungkin ini semacam sebuah angka 20 yang di bagi menjadi dua... JANGAN JANGAN!!!! OH AKU MENGERTI SEKARANG!!!!
Ag 2452 xf adalah plat nomor yang mereka gunakan
10.10 adalah jumlah mereka yang di bagi menjadi dua kelompok
Soekarno adalah gambar pahlawan di dalam uang 100.000
Dan mandiri adalah nama salah satu bank!!!!
Aku harus menghentikan aksi mereka yah!!! Harus!!! tapi.... apa yang harus aku lakukan? Aku masih kekurangan bukti untuk menggagalkan aksi mereka...!!! ah sial!!!
Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan tempat. Oh sialnya aku.... akhirnya aku memutuskan untuk menunda agenda mencari materi makalahku di perpustakaan aku tertarik dengan apa yang di incar oleh dua orang ini... saat mereka keluar aku pun juga keluar....saat mereka menuju mobil mereka aku menuju motorku. Sempat beberapa saat mereka menoleh ke arahku... aku menduga mereka mulai mencurigaiku... untuk menghapus kecurigaan mereka, aku berpura-pura melihat lihat pesan di hpku.., dan tampaknya cara ini berhasil... merekapun menjalalankan mobil mereka selang 400 meter aku mulai menyalakan motorku dan mengikuti mereka...
Baiklah di dalam percakapan mereka tadi di sebutkan “Ag 2452 xf 10.10 soekarno mandiri” jika incaran mereka bank mandiri seharusnya tidak jauh di sekitar sini, bank yang mereka incar!!!!
....mereka mulai menepi! Dan benar dugaanku... mereka menepi di bank mandiri. Aku masuk ke bank mandiri dengan sedikit mengekor di belakang mereka.
Aku duduk di kursi yang terbuat dari besi sambil mengamati gerak gerik mereka. Ada 9 orang nasabah pengantre 4 petugas teller bank dan 1 orang satpam.... kurasa ini tidak akan membantu.
Tiba-tiba duar....duar....duar....duar!!!
Suara tembakan keras dari salah satu orang dari dua orang berbaju hitam. Para nasabah mulai bingung namun yang membuatku heran adalah kenapa satpam yang bertugas juga ikut bingung dan mengambil posisi jongkok...
Kemudian seseorang berbaju hitam tadi bertiriak di dalam bank “semuanya angkat tangan kalian di belakang kepala kalian kemudian berkumpul dalam sebuah lingkaran di tengah2 ruangan atau kalau tidak akan ku robek perut kalian”
Jih... sungguh mengenaskan! Seharusnya aku tadi mengerakan tugas saja di perpustakaan. dasar naluri detektifku! selalu saja tidak bisa di hambat. Rasa keingin tahuanku terus saja mencuat-cuat. Hingga akhirnya rasa keingin tahuanku sendirilah yang membawaku kedalam bahaya.
Aku dan 9 orang nasabah di tambah 3 teller bank di ancam dengan senjata laras pendek dalam satu lingkaran.
Tak bisa berbuat apa2 itulah yang terpikir didalam fikiranku, aku terus bergumam dan berfikir bagaimana caranya aku keluar dari ikatan tali sialan ini. Sementara perampok perampok itu terus menyapu uang2 yang ada loker kasir.
Ia memasukan kedalam sebuah ransel. Dan yang membuatku bingung juga adalah kenapa satpam itu tidak juga memberi tanda S.O.S apapun kepada orang luar.
Perampok berbaju hitam itu rupanya sudah mulai selesai menyapu bersih is uang yang ada loker dan brankas bank.  Dan memasukannya kedalam mobil.
Tanganku tanpa sadar telah di jejali sebuah benda seperti koin oleh seseorang, keudian aku menengok kebelakang dan sret! Ada seorang wanita yang di ambil oleh perampok itu kemungkinan besar dia telah di jadikan sandra.
Dia diseret dengan leher yang yang terikat oleh lengan kiri salah satu perampok itu. Kemudian satpam tadi disuruh penyandra wanita itu untuk berdiri
“BERDIRI KAMU” tegas perampok
“bos apa-apaan ini bos? Aku kan sekutu bos?” jawab satpam
Sontak aku tercenganng dan mengerti kenapa ia tidak mau melakukan usaha apapun saat orang2 berbaju hitam itu melakukan kejahatan.
Duar... Duar...! kedua sisi dada satpam itu di tembak oleh perampok
“huh.. dasar kecoa sialan rencana kami gagal gara2 anggota pemula seperti mu!” ujar penyandra sembari meninggalkannya tersungkur di pintu.
Sadar dia mulai melarikan diri sambil membawa sandra, aku bergegas dan keluar menuju montorku untuk segera mengejar perampok-perampok itu.
“sial mereka mau lari” gumamku
“SEMUANYA SEGERA HUBUNGI AMBULAN DAN POLISI TERDEKAT AKU AKAN MENGEJAR MEREKA SEMUA” teriakku kepada seluruh orang yang ada di bank tersebut.
Saat aku berlari menuju pintu, tangan satpam yang sekarat tadi memegang kaki kiriku
“t...to...tol...sela...m...e..llo..” kata-kata terakhir sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Aku mengepalkan tanganku karena kesal dan tersadar bahwa apa yang ada di tanganku ternyata bukanlah sebuah koin melainkan sebuah cincin.!
Tak ada waktu untuk berfikir, aku melanjutkan pengejaranku sambil mengantongi cincin pemberian salah seorang sandra tadi.
Mobil  denga plat nomor Ag 2452 xf terlihat di depan mata! Aku mulai menyalakan motorku dan mengejar motor tersebut.
Karena aku menggunakan motor, sehingga aku bisa menerobos beberapa jalan sempit di antara ruas jalan kosong antara mobil yang lewat secara berbapapasan. Mobil tersebut sudah mulai terlihat di depanku mobil dengan plat no. Ag 2452 xf sudah berada 5 meter di depanku. Mobil itu aku buntuti dari belakang. 200 meter perjalanan kemudian mobil itu berbelok  ke kanan dan tidak mau mematuhi rambu2 lalu lintas. Dan aku sebenarnya ingin melakukan hal yang sama dengan komplotan-komplotan berbaju hitam itu! Tapi saat aku coba ada saja kendaraan yang lalu lalang melintas . dan saat lampu hijau tiba, aku segera tancap gas menuju mobil pelaku tersebut 43 meter...30 meter...aku semakin denkat dengan mobil tersebut. Jika di lihat posisinya sepertinya mobil itu sedang berhenti... dan saat aku mulai mendekat,ban mobil itu bersap dan mengeluarkan bunyi decitan seakan pengemudinya menancapkan gas secara terburu-buru tanda bahwa ia sadar ia telah di kejar oleh seseorang.
Bagus di depannya ada pertigaan itu tandanya ia seharusnya mengurangi kecepatan mobilnya agar ia bisa melakukan tikungan menuju salah satu jalan yang hendak ia tuju. Aku bersemangat dengan memutar gas motorku agar lebih cepat. Namun apa yang akau duga sungguh di luar dugaanku. Mobil itu semakin cepat dan semakin cepat. Bahkan saat di pertigaanpun ia semakin cepat dan apa yang aku duga semuanya salah mobil itu menabrakkan dirinya disebuah bangunan dan BRUAKKK!!!!! Mobil itu menabrak dinding bangunan tersebut, dan BOOOM kobaran abi terlihat mengpul dari bibir mobil tersebut.
Mobil Ag 2452 xf mengalami kecelakaan!!! Sadar akan hal tersebut aku berusaha melakukan pengawasan dan melarang orang sekitar untuk tidak menyentuh mobil tersebut dan hanya memperbolehkan mereka untuk memadamkan apinya saja menjelaskan bahwa tidak boleh mengotak atik TKP selain memadamkan apinya. 1 jam 13 menit kemudian polisi baru datang.
Aku menceritakan semuanya kepada polisi apa yang terjadi dimulai dari perpustakaan hingga insiden kecelakaan mobil Ag 2452 xf ini.
Namun saat polisi melakukan olah TKP, yang terlihat hanyalah seorang laki-laki yang tewas dengan kepala ringsek dibagian wajah. Tidak ditemukan uang hasil perampokan ataupun mayat wanita di dalam mobil Ag 2452 xf yang terbakar tersebut.
Apa ini! Kenapa.....kenapa mayatnya hanya satu! Kenapa tidak ada 4! kenapa uang hasil rampokan bank juga tidak ada di dalam mobiltersebut! kenapa...kenapa ini! aku tidak habis pikir!